counter free statistics Post Comments

Selamat Datang Di Web Blog Saya. Silahkan Melihat-lihat isi didalamnya, Copy Paste lah sebanyak-banyaknya, tapi jangan lupa DILAMPIRIN SUMBER nya. O iya... Komentarnya nya wajib di isi...!! Terima kasih.

6.10.2010

RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS)


Oleh:
Prof. Slamet PH, MA, MEd, MA, MLHR, Ph.D
MEKANISME KEHIDUPAN YANG MUTLAK
Adanya keinginan yang didorong oleh kebutuhan (sebab) dan upaya yang diperlukan untuk mencapai keinginan (akibat);
Ada tujuan pendidikan yang ingin dicapai (sebab) dan upaya yang diperlukan untuk mencapainya (akibat);
Upaya-upaya tersebut ditempuh secara sistem (utuh & benar), dengan catatan utuh dan benar menurut Hukum-Hukum Ketetapan-Nya

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
Mengembangkan kualitas dasar manusia (daya pikir, daya qolbu, dan daya pisik)
Mengembangkan kualitas instrumental yaitu penguasaan ilmu pengetahuan (mono-disiplin, multi-disiplin, antar-disiplin, dan lintas-disiplin), baik ilmu pengetahuan lunak maupun keras dan terapannya yaitu teknologi serta seni
Membangun jati diri bangsa Indonesia
Menjaga kelangsungan hidup dan perkembangan dunia

Kualitas Manusia
Kualitas Dasar
Kualitas Instrumental
Daya pikir
Daya qolbu
Daya pisik
Kualitas ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

KUALITAS DASAR MANUSIA
Berfikir Analitis
Berfikir Kritis
Berfikir Kreatif
Berfikir Deduktif
Berfikir Induktif
Berfikir Ilmiah
Berfikir Nalar
Berfikir Lateral
Berfikir Sistem



1.Daya Pikir
Iman & Takwa terhadap Tuhan YME
Rasa kasih sayang
Kesopanan
Toleransi
Kejujuran & kebersihan
Disiplin diri
Harga diri
Tanggung jawab
Respek thd. diri sendiri & orang lain

2.Daya Qolbu
Integritas
Keberanian moral
Kerajinan
Komitmen
Loyalitas
Seni /estetika
Kesehatan
Ketahanan
Kestaminaan
Keterampilan (kejuruan, olah raga, dsb.)

3.Daya Pisik (Kinestetika)
KUALITAS INSTRUMENTAL (DISIPLIN ILMU)
Disiplin Ilmu
Ilmu Keras:
Matematika
Fisika
Kimia
Biologi
Astronomi
Ilmu Lunak:
Sosiologi
Politik
Ekonomi
Psikologi
Antropologi
Seni
Dsb.
Teknologi:
Konstruksi
Manufaktur
Transportasi
Komunikasi
Bio
Energi
Bahan
Rekayasa Sosial:
Pemerintahan
Kebijakan
Manajemen
Tata Kelola
Kepemimpinan
Perpolitikan
Perekonomian
Dsb.

KUALITAS INSTRUMENTAL (SENI/ESTETIKA)
Seni musik
Seni suara
Seni tari
Seni kriya
Seni lukis
Seni yang lain?

MEMBANGUN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Memahami, menyadari, menjadikan hati nurani, mewajibkan hati nurani, mencintai dan bertindak nyata dalam mempertahankan dan mengembangkan jati diri bangsa Indonesia
Mampu menangkal manakala terjadi benturan antar nilai akibat globalisasi
Melestarikan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia (preservatif) dan sekaligus terbuka terhadap gesekan dengan kemajuan negara lain (progresif)

MENJAGA KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERKEMBANGAN DUNIA
Menjaga kelangsungan hidup dan perkembangan dunia melalui wadah-wadah kolektif yang telah ada (PBB dan cabang-cabangnya)
Menjaga pembangunan dunia yang berkelanjutan dari perspektif sosio-budaya, ekonomi, dan lingkungan hidup
Secara proaktif ikut menjaga perdamaian dan ketertiban dunia

UPAYA-UPAYA YANG HARUS DITEMPUH UNTUK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN
Upaya-upaya untuk mencapai tujuan pendidikan ditempuh melalui pendekatan “sistem” (“utuh dan benar”)
Sekolah dapat dikategorikan seolah-olah sebagai “sistem” karena memenuhi kriteria sebagai sistem yaitu: (1) utuh dan benar, dan (2) ada tujuan yang ingin dicapai dan ada upaya-upaya untuk mencapainya

SEKOLAH SEBAGAI SISTEM
Secara visual, sekolah sebagai sistem dapat digambarkan sebagai berikut. Jika kita ingin menganalisis, kita mulai dari outcome, output, proses, input, dan berakhir pada konteks. Sebaiknya, jika kita ingin melakukan langkah - langkah pemecahan persoalan atau menyiapkan, maka arahnya terbalik, yaitu dimulai dari konteks, input, proses, output, dan berakhir pada outcome. Inilah cara berpikir sistem yang runtut.


Kualitas dan Inovasi
Efektifitas
Produktifitas
Efisiensi Internal
Efisiensi Eksternal

Konteks
1. Tuntutan pengembangan diri dan peluang tamatan
2. Dukungan pemerintah & masyarakat
3. Kebijakan pemerintah.
4. Landasan hukum
5. Kemajuan ipteks
6. Nilai & harapan masyarakat
7. Tuntutan otonomi
8. Tuntutan globalisasi

Input
1. Kurikulum
2. Pendidik & Tenaga Kependidikan
3. Sarana & Prasana
4. Peserta didik
5. Dana
6. Regulasi
7. Organisasi
8. Administrasii
9. Peranserta masyarakat
10. Kultur sekolah

Komponen
Sub-komponen
Proses
1. Proses belajar mengajar
2. Penilaian
Output
1. Prestasi akademik
2. Prestasi non akademik
3. Angka mengulang
4. Angka putus sekolah
Outcome
1. Kesempatan pendidikan
2. Kesempatan kerja
3. Pengembangan diri lulusan
Catatan:
Manajemen sekolah berada pada seluruh komponen sekolah sebagai sistem, yaitu pada konteks, input, proses, output, outcome, dan dampak karena manajemen berurusan dengan sistem, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengkoor-dinasian hingga sampai pengontrolan/ pengevaluasian.
Kepemimpinan berada pada komponen manusia, baik pendidik dan tenaga kependidikan, maupun pada peserta didik, karena kepemimpinan berurusan dengan orang.


FUNGSI – FUNGSI MANAJEMEN
Perencanaan
Pengorganisasian
Pelaksanaan
Pengkoordinasian
Pengevaluasian/Pengontrolan

URUSAN-URUSAN SEKOLAH
1. Urusan PBM (Pokok)
2. Urusan Kurikulum
3. Urusan Pendidik & Tenaga Kependidikan
4. Urusan Kesiswaan
5. Urusan Sarana dan Prasarana
6. Urusan Regulasi Sekolah
7. Urusan Keuangan dan Akuntansi
8. Urusan Administrasi
9. Urusan Penilaian
10. Urusan Humas/Komite Sekolah
11. Urusan Pengembangan Kultur Sekolah
12. Urusan Kesekretariatan dan Kearsipan
Matrik Manajemen Sekolah
Fungsi
Urusan
Golongan Faktor Untuk Setiap Urusan
URUSAN
SD
FM
Sdm
Sd-Slbh
R
O
P
K
Sdm - M
Sdm - S
Sdm - P
Pa
Pl
Pb
Bahan
E
Uang


RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) MERUPAKAN BAGIAN INTEGRAL MANAJEMEN SEKOLAH
APA AKIBATNYA?
Jika sekolah tidak memiliki rencana, berarti penyelenggaraan sekolah mengandalkan pada kebetulan
Rencana itu mahal, tetapi jika tidak memiliki rencana, akibatnya lebih mahal
Jika salah merencanakan, berarti merencanakan kesalahan


PENTINGNYA RPS
RPS penting dimiliki untuk memberi arah dan bimbingan para pelaku sekolah dalam rangka menuju perubahan atau tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan


ARTI PERENCANAAN SEKOLAH
Perencanaan sekolah adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan sekolah yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia.
RPS adalah dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan dalam rangka untuk mencapai perubahan/ tujuan sekolah yang telah ditetapkan.


ISTILAH-ISTILAH PENTING
Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan;
Misi adalah rumusan umum mengenai tindakan (upaya-upaya) yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi;
Tujuan (baku) adalah rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu;
Sasaran/tujuan situasional adalah rumusan spesifik mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu dengan memper-hitungkan tantangan nyata yang dihadapi (sasaran merupakan jabaran tujuan);

Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi;
Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/Daerah untuk mencapai tujuan;
Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah untuk mencapai tujuan.


TUJUAN RPS
RPS disusun dengan tujuan untuk: (1) menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil; (2) mendukung koordinasi antar pelaku sekolah; (3) menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah, antarsekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota, dan antar waktu; (4) menjamin keterkaitan

dan konsistensi antara perencana-an, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan; (5) mengop-timalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat; dan (6) menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan.

SISTEM PERENCANAAN SEKOLAH (SPS)
SPS adalah satu kesatuan tata cara perencanaan sekolah untuk meng-hasilkan rencana-rencana sekolah (RPS) dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyeleng-gara sekolah dan masyarakat (diwakili oleh komite sekolah).

TUJUAN SISTEM PERENCANAAN SEKOLAH
Mendukung koordinasi antar pelaku pendidikan;
Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antara sekolah dengan dinas pendidikan, dinas pendidikan propinsi, dan pusat
Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan;
Mengoptimalkan partisipasi masyarakat; dan menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

RPS JANGKA PANJANG, MENENGAH (STRATEGIS), DAN TAHUNAN
RPS Jangka Panjang adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 20 (dua puluh) tahun;
RPS Jangka Menengah (Rencana Strategis) adalah dokumen perenca-naan sekolah untuk periode 5 (lima) tahun;
RPS Tahunan adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 1 (satu) tahun.

JENIS PERENCANAAN SEKOLAH
Tergantung dari kepentingannya, jenis perencanaan sekolah meliputi:

Pemerataan Kesempatan
Persamaan kesempatan
Akses
Keadilan atau kewajaran

Contoh-contoh perencanaan pe-merataan kesempatan misalnya: bea siswa untuk siswa miskin, peningkatan angka melanjutkan, pengurangan angka putus sekolah, pengurangan bias jender, dsb.

2. Peningkatan Kualitas/Mutu
Kualitas/mutu sekolah meliputi input, proses, dan output, dengan catatan bahwa output sangat ditentukan oleh proses, dan proses sangat dipengaruhi oleh tingkat kesiapan input. Contoh-contoh perencanaan kualitas misalnya, peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan (guru, kepala sekolah, konselor, pustakawan, laboran, dsb.), pengembangan komite sekolah, rasio
(siswa/guru, siswa/kelas, siswa/ sekolah), pengembangan bahan ajar, pengembangan model pembelajaran (PAKEM, lessons study, pembelajaran dengan melakukan, pembelajaran kontekstual, pembelajaran kooperatif, dsb.), pengembangan komite sekolah, dsb., peningkatan mutu lulusan (NUN, NUS, olimpiade matematika, sains, biologi, karya ilmiah, karakter/ budipekerti, olah raga, kesenian, keagamaan, olah raga, keterampilan kejuruan, dsb.)

3. Peningkatan Efisiensi
Efisiensi merujuk pada hasil yang maksimal dengan biaya yang wajar. Efisiensi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu efisiensi internal dan efisiensi eksternal. Efisiensi internal merujuk kepada hubungan antara output sekolah (pencapaian prestasi belajar) dan input (sumberdaya) yang digunakan untuk memproses/ menghasilkan output sekolah.
Efisiensi eksternal merujuk kepada hubungan antara biaya yang digunakan untuk menghasilkan tamatan dan keuntungan kumulatif (individual, sosial, ekonomik dan non-ekonomik) yang didapat setelah kurun waktu yang panjang diluar sekolah. Contoh-contoh perencanaan peningkatan efisiensi misalnya: peningkatan angka kelulusan, rasio keluaran/masukan, angka kenaikan kelas/transisi, penurunan angka mengulang, angka putus sekolah, dan peningkatan angka kehadiran.

4. Peningkatan Relevansi
Relevansi merujuk kepada kesesuaian hasil pendidikan dengan kebutuhan (needs), baik kebutuhan peserta didik, kebutuhan keluarga, dan kebutuhan pembangunan yang meliputi berbagai sektor dan sub-sektor. Contoh-contoh perencanaan relevansi misalnya; program keterampilan kejuruan/ kewirausahaan/usaha kecil bagi siswa-siswa yang tidak melanjutkan, kurikulum muatan lokal, pendidikan kecakapan hidup khususnya untuk mencari nafkah, dsb.


PRINSIP-PRINSIP PENYUSUNAN RPS
Penyusunan RPS menerapkan prinsip-prinsip: memperbaiki prestasi belajar siswa, membawa perubahan yang lebih baik (peningkatan/pengembangan), sistematis, terarah, terpadu (saling terkait & sepadan), menyeluruh, tanggap terhadap perubahan, demand driven (berdasarkan kebutuhan), partisipasi, keterwakilan, transparansi, data driven, realistik sesuai dengan hasil analisis SWOT, dan mendasarkan pada hasil review dan evaluasi.
Rencana Pengembangan
Pendidikan Nasional
Keterkaitan Antara Jenjang Perencanaan

Analisis Lingkungan Strategis
Situasi Pendidikan
saat ini
Situasi Pendidikan yang diharapkan
Rencana Strategis
(5 tahun)
Rencana Operasional
(1 tahun)
Pelaksanaan
Program
Monitoring &
Evaluasi


Gambar 1.
Proses Penyusunan RPS
Kesenjangan

PROSES PERENCANAAN STRATEGIS

Dimana kita sekarang ?
Kemana kita akan pergi ?
Bagaimana caranya mencapai kesana ?
Apakah kita sampai disana?
Analisis lingkungan eksternal
Analisis lingkungan internal
Profil Pendidikan:
Pemerataan & perluasan
Mutu & Relevansi
Managemen & governance
Isu-isu strategis pendidikan
Situasi pendidikan yang diharapkan
Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, dan Program
Strategi pelaksanaan
Formulasi Strategi Pelaksanaan
Alokasi Sumberdaya
Saran/ Rekomendasi
Evaluasi
Pengumpulan & Pemaparan Data
Situasi pendidikan saat ini

Evaluasi & Kontrol
TAHAP-TAHAP PENYUSUNAN RPS

Membuat profil sekolah saat ini (apa adanya) baik input, proses, maupun outputnya
Memformulasikan profil sekolah yang diharapkan (idealnya) di masa depan, baik input, proses, maupun outputnya
Mencari selisih antara butir 1 & 2 untuk menemukan tantangan nyata yang dihadapi
Menyusun RPS berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi
Menyusun rencana pelaksanaan RPS
Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi
Rencana Strategis Sekolah
Situasi Sekolah
(tahun ini)
Situasi Sekolah
(5 tahun ke depan)
Strategi
(5Tahun)
Input
Proses
Output
Input
Proses
output
menuju

Rencana Strategis Sekolah
1. Analisis situasi pendidikan sekolah saat ini
Analisis situasi pendidikan sekolah yang diharapkan 5 tahun kedepan (visi, misi, dan tujuan yang mencakup pemerataan, mutu, relevansi, efisiensi, kapasitas)
Kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 5 tahun kedepan (tantangan nyata yang dihadapi 5 tahun kedepan)
Kebijakan dan program-program strategis untuk mencapai situasi pendidikan sekolah yang diharapkan 5 tahun kedepan
Rencana strategi pelaksanaan
Tonggak-tonggak kunci keberhasilan (Milestone)
Rencana biaya (besar, alokasi, dan sumber dana)
Rencana pemantauan dan evaluasi

Rencana Tahunan Sekolah
Situasi Sekolah
(tahun ini)
Situasi Sekolah
(tahun depan)
Program
(1Tahun)
Input
Proses
Output
Input
Proses
Output

menuju

Format Rencana Tahunan Sekolah (Alternatif I)
1. Analisis situasi pendidikan sekolah tahun ini
2. Analisis situasi pendidikan sekolah tahun depan (yang diharapkan)
Kesenjangan antara pendidikan sekolah tahun ini dan pendidikan tahun depan (tantangan)
Program-program untuk mengurangi kesenjangan atau untuk menghadapi tantangan/loncatan
Tonggak-tonggak kunci keberhasilan
Rencana biaya (besar dana, alokasi, sumber dana)
Rencana pelaksanaan program
Rencana pemantauan dan evaluasi
Jadwal pelaksanaan program
Penanggungjawab program/kegiatan

FORMAT RENCANA TAHUNAN SEKOLAH (ALTERNATIF II: SWOT)
Analisis situasi pendidikan sekolah tahun ini
Analisis situasi pendidikan sekolah tahun depan (yang diharapkan)
Kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah tahun ini dan tahun depan (tantangan/loncatan)
Tujuan tahunan/sasaran berdasarkan hasil kesenjangan/ tantangan
Urusan-urusan sekolah yang perlu dilibatkan untuk mencapai setiap sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya
Analisis SWOT (mengenali tingkat kesiapan masing-masing urusan sekolah melalui analisis SWOT)

Langkah-langkah pemecahan persoalan, yaitu mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan urusan sekolah.
Rencana dan program sekolah berdasarkan hasil langkah-langkah pemecahan persoalan
Tonggak-tonggak kunci keberhasilan (milestones)
Rencana biaya (besar, alokasi, dan sumber dana)
Rencana pelaksanaan program
Rencana pemantauan dan evaluasi
Jadwal pelaksanaan program
Penanggungjawab program/kegiatan


ANALISIS ‘ SWOT ’
KRITERIA PERENCANAAN PENDIDIKAN
KABUPATEN/KOTA


KRITERIA RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS)

KRITERIA PERENCANAAN PENDIDIKAN
KABUPATEN/KOTA


KRITERIA RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (LANJUTAN)


Tonggak-tonggak Kunci Keberhasilan Sekolah
KELOMPOK KERJA (KK) - RPS
KK – RPS terdiri dari unsur-unsur: Kepala Sekolah & Wakil Kepala Sekolah, Dewan Guru, Wali Kelas, Komite Sekolah, dan Masyarakat;
KK - RPS dalam menyuarakan pemikirannya mendasarkan pada aspirasi konstituannya; dan
Harus jelas pembagian tugas & fungsi masing-masing unsur dan interaksinya satu sama lain.

Anggota
(Unsur Komite
Sekolah)
Anggota
(Unsur Wali
Murid)
Anggota
(Unsur
Masyarakat)
Anggota
(Unsur Kepala
Sekolah)
Anggota
(Unsur Guru)

Kelompok Kerja
Rencana Pengembangan Sekolah

(KK-RPS)

Perbaikan Secara Terus Menerus
Rencana
(RPS)
Implementasi
Evaluasi
Refleksi & Revisi

halaman yang berhubungan



0 comments:

Poskan Komentar

Joint with me.



Statistik




Dari yg online:

Your IP

IP

Powered by

List View

 

Copyright 2011. Peter Pakpahan